Sudah hampir lima tahun saya berjualan cilok. Rutinitas saya nyaris tidak pernah berubah. Bangun pagi, menyiapkan adonan, merebus cilok, membuat bumbu kacang, lalu mendorong gerobak ke tempat biasa. Rasanya hidup saya berputar di situ-situ saja.
Makanya, ketika ada keperluan yang mengharuskan saya datang ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), rasanya seperti keluar dari zona nyaman.
Malam sebelumnya saya bahkan sempat sulit tidur. Bukan karena urusannya berat, tetapi karena saya takut ada persyaratan yang terlewat. Saya pernah mengalami datang ke sebuah kantor hanya untuk diberi tahu bahwa ada satu dokumen yang belum dibawa. Sejak saat itu, saya selalu waswas setiap kali mengurus administrasi.
Pagi-pagi sekali saya sudah berangkat. Jalanan belum terlalu ramai, tetapi kepala saya sudah dipenuhi berbagai pertanyaan. "Kalau nanti ditanya ini bagaimana? Kalau berkas saya kurang bagaimana?"
Sesampainya di Kemnaker, saya mengambil nomor antrean dan duduk sambil memperhatikan orang-orang di sekitar. Ada yang datang dengan setelan rapi, ada yang membawa tas besar berisi dokumen, ada juga yang terlihat sama gugupnya dengan saya.
Entah kenapa, melihat mereka membuat saya merasa tidak sendirian.
Setelah menunggu beberapa saat, giliran saya dipanggil. Petugas menjelaskan proses yang harus saya jalani dengan bahasa yang mudah dipahami. Saya mengikuti arahan satu per satu sampai urusan selesai.
Sebenarnya saya sudah berdiri dan hendak pulang. Namun ada satu pertanyaan yang sejak tadi mengganjal.
"Kalau nanti saya butuh informasi lagi, apa harus datang lagi ke sini?"
Petugas tersenyum lalu menjelaskan bahwa Kemnaker memiliki layanan WhatsApp resmi (cek nomor WA Kemnaker) yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Jawaban itu sederhana, tetapi entah kenapa saya merasa sedikit lega.
Saya langsung berpikir, seandainya saya tahu informasi itu beberapa hari sebelumnya, mungkin saya tidak akan terlalu cemas. Saya bisa bertanya lebih dulu mengenai persyaratan atau prosedur tanpa harus menebak-nebak sendiri.
Sebagai pedagang, saya benar-benar menghitung waktu. Libur sehari bukan hanya soal tidak berjualan, tetapi juga soal penghasilan yang hilang. Karena itu, mengetahui ada layanan yang bisa diakses lewat WhatsApp terasa sangat membantu.
Dalam perjalanan pulang, saya tidak langsung membuka media sosial seperti biasanya. Saya justru membuka kontak di ponsel dan menyimpan nomor WhatsApp resmi Kemnaker. Rasanya sederhana sekali, tetapi saya merasa sedang menyiapkan sesuatu yang mungkin berguna di kemudian hari.
Sesampainya di rumah, istri bertanya, "Gimana, lancar?"
Saya menjawab, "Alhamdulillah lancar. Ternyata sekarang sudah lebih gampang cari informasinya."
Kami lalu mengobrol sebentar tentang bagaimana sekarang banyak layanan pemerintah yang mulai memanfaatkan teknologi. Dulu, hampir semua hal harus ditanyakan langsung di kantor. Sekarang, beberapa informasi sudah bisa diperoleh tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Saya menulis pengalaman ini bukan karena ingin mengatakan bahwa semua urusan pasti mudah. Pengalaman setiap orang tentu berbeda. Saya hanya ingin berbagi bahwa ada satu hal kecil yang menurut saya sangat membantu, yaitu memanfaatkan kanal resmi sebelum datang ke kantor.
Kalau ada pembaca yang suatu hari harus mengurus sesuatu di Kemnaker, jangan buru-buru berangkat seperti saya. Luangkan waktu sebentar untuk mencari informasi melalui kanal resmi, termasuk layanan WhatsApp jika memang tersedia. Percayalah, rasa tenang karena sudah tahu apa yang harus dipersiapkan itu sangat berharga.
Besok paginya saya kembali berdiri di belakang gerobak cilok. Pembeli datang seperti biasa, anak-anak sekolah bercanda sambil memilih tingkat kepedasan, dan hidup kembali berjalan seperti rutinitas sebelumnya.
Namun ada satu hal yang berubah dalam diri saya. Sekarang saya tidak lagi menganggap mencari informasi resmi itu membuang waktu. Justru beberapa menit untuk bertanya bisa menghemat satu hari yang mungkin terbuang sia-sia.